Kata zikir berasal dari bahasa arab yang memiliki arti ingat ataupun mengingat dan menyebut. Sedangkan menurut istilah zikir adalah kegiatan, perbuatan ataupun proses seorang hamba dalam mengingat Allah Swt yang telah menlimpahkan berbagai macam nikmat kepadanya.
Salah satu pengaruh zikir yang dijelaskan Imam Sajjad As ialah untuk “kehidupam spiritual” manusia. Kehidupan spiritual manusia membutuhkan gizi khusus, yaitu “mengingat Allah”.
Selain doa zikir juga merupakan salah satu sarana yang digunakan seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta, yang mana ketika seorang hamba berzikir kepada Allah Swt dengan hati yang tulus maka pelaku zikir tersebut akan menambah kedekatannya dengan Allah Swt, dan Allah Swt sendiri akan lebih mendekatkan diri hamba tersebut kepadanya sebagaimana firman Nya dalam Qs. Al-Baqarah ayat 152 :
فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Ingat (zikir-penerj.) kepada Allah merupakan prasyarat bersyukur kepada-Nya, karena itu ia (zikir-penerj.) mendahului kata syukur. Zikir ini juga karunia Allah yang dicurahkan kepada hamba-hamba-Nya.Tentu, apabila seseorang dalam kehudupannya mengabaikan Allah maka Dia pun akan melupakannya juga.
Jika ditinjau dari definisi zikir baik secara Bahasa maupun secara istilah, dan jika di-mutlak-kan kegiatan zikir maka semua proses mengingat Allah Swt masuk dalam kategori zikir seperti sholat, puasa, haji, takziah, siarah kubur, berdoa, bakti kepada kedua orang tua itu semua adalah zikir, jadi salah jika ada yang mengatakan atau menafsirkan bahwa zikir hanyalah kegiatan yang mengucapkan bacaan-bacaan tertentu dengan lisan.
Sebagai kesimpulan, bahwa zikir lebih umum dari pada doa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar