motif sebuah doa
Doa
merupakan perbuatan suka rela untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Nilai
sebuah doa terletak pada motif doa tersebut, dan motif masing-masing para
pendoa memiliki maksud dan tujuan yang berbeda dalam berdoa, sehinggah penulis
mengkategorikan motif seorang berdoa antara lain:
Kebutuhan material
Maksudnya, manusia berdoa kepada Allah Swt untuk memenuhi kebutuhan
material, seperti dia meminta rumah, harta, kesehatan dan hal-hal lain yang
menyangkut tentang kebutuhan duniawinya saja. Jenis permintaan ini menandakan
aspirasi manusia yang berkualitas rendah, tetapi esensinya baik, karna
mengindikasikan keyakinannya terhadap Allah sebagai sebab tertinggi.
Maka dari itu, orang-orang seperti ini tidak seperti dengan orang lain yang
menginginkan hal yang sama yaitu hal-hal yang bersifat duniawi akan tetapi
mereka tak memintanya kepada Allah Swt untuk mendapatkannya.
Jika
dibandingkan, kelompok pertama berdoa kepada-Nya dengan menampakkan penghambaan
dan kemiskinannya dihadapan-Nya, kelompok pertama akan mencapai tingkat
kesempurnaan tertentu meskipun doa nya tidak memiliki kualitas yang tinggi
karena doa tersebut terikat dengan lingkungan duniawi, sedangkan kelompok kedua
walaupun menginginkan hal yang sama dengan kelompok pertama yaitu hal yang
bersifat material, akan tetapi, mereka berada diluar kelompok pertama yaitu
merealisasikan keinginannya dengan hal-hal yang material, karena tidak memiliki
kepercayaan terhadap-Nya. Maka dari itu kelompok kedua tidak akan mencapai
kesempurnaan.
Kebutuhan spiritual
Sebagian menusia berdoa kepada-Nya karena kebutuhan materi dan
karena kebutuhan fisik yang terbatas, sebagian yang lain berdoa bukan karena kebutuhannya
terhadap materi. akan tetapi, kebutuhan terhadap sesuatu yang bersifat
spiritual seperti kebutuhan dalam jiwa, hati, dan ibadah. Orang seperti ini
percaya bahwa nilai spiritual dan hal-hal ukhrawi melebihi nilai duniawi.
وَٱلۡأٓخِرَةُ
خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓ
“Sedang
kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”
Dalam ayat-ayat
ini, Allah menerangkan bahwa sebagian orang lebih mengutamakan duniawinya dari pada ukhrawinya. Padahal, semestinya mereka memilih sesuatu yang bersifat ukhrawinya.
Karena sesuatu yang berkaitan dengan akhirat itu lebih baik dan kekal abadi,
sedangkan sesuatu yang bersifat materi akan lenyap. Maka dari itu, mereka tak
akan mendoakan sesuatu yang bersifat duniawi, kecuali mereka meminta hal-hal
tersebut untuk tujuan akhirat dan ukhrawi.
Karenanya, doa untuk kebutuhan material manusia tidak layak
dibandingkan dengan doa-doa para wali Allah Swt. Doa terhadap sesuatu yang
bersifat materi bermanfaat dan memiliki nilai, karena doa tersebut berdasarkan
keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, namun doa tersebut mengenai
kontribusinya dalam mencapai kesempurnaan tidaklah cukup kuat. Sebaliknya doa
yang meminta sesuatu yang bersifat ukhrawi memiliki nilai dan manfaat yang
melebihi doa yang bersifat material. Sehingga mereka yang berdoa untuk
kebutuhan spiritualnya akan mempercepat dirinya untuk sampai kepada
kesempurnaan.
Akan tetapi, bagi mereka yang sudah mencapai derajat dan keimanan
yang sangat tinggi, tidak ada salahnya berdoa dengan meminta hal yang remeh,
karena memang Dia menginginkan hambah-Nya untuk berdoa. Itulah sebabnya, ia
tetap berdoa kepada Allah untuk urusan-urusan dunianya.
Kebutuhan cinta
Dalam
derajat ini, esensi berdoa menjadi tujuannya.
Dia berdoa karena Allah memintanya untuk berdoa. Dalam tahap ini, apa yang
diminta menjadi kurang penting, apakah itu permintaan spiritual atau material,
walau tentu saja doa yang spiritual lebih baik. Jadi, dalam tahap ini, doa
untuk apapun adalah bermanfaat. Bagi orang seperti ini, pandangannya telah
jelas dalam melihat posisi dirinya di tengah-tengah samudra luas rahmat Allah.
Karena itu, untuk segala urusan yang kecil apapun, ia berdoa kepada Allah.
Baginya, hanya Allah saja yang bisa ia andalkan.
Doa seperti
ini merupakan doa berkualitas yang tinggi walaupun melingkupi doa-doa yang
sepele, mengapa doa seperti ini memiliki nilai tinggi dalam hal ini, bukan
karena doa ini melingkupi semua doa, yaitu doa yang berwujud material ataupun
berwujud spiritual. Akan tetapi, doa ini bernilai tinggi karena menganggap bahwa
Allah Swt adalah sebab tertinggi, yakni bahwa segala bentuk sesuatu berada
dalam kekuasaan-Nya, dan tidak ada ketertarikan apa yang ia minta dalam doa,
karena keyakinannya bahwa Allah Swt mencintai setiap hamba yang berdoa
kepada-Nya.
sumber : Muhammad Taqi
Mishbah Yazdi, di Haribaan Sang Kekasih, Ulasan Doa-doa Khusus Ramadan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar