Kamis, 08 Agustus 2019

motif doa


 

motif sebuah doa

Doa merupakan perbuatan suka rela untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Nilai sebuah doa terletak pada motif doa tersebut, dan motif masing-masing para pendoa memiliki maksud dan tujuan yang berbeda dalam berdoa, sehinggah penulis mengkategorikan motif seorang berdoa antara lain:

 Kebutuhan material

Maksudnya, manusia berdoa kepada Allah Swt untuk memenuhi kebutuhan material, seperti dia meminta rumah, harta, kesehatan dan hal-hal lain yang menyangkut tentang kebutuhan duniawinya saja. Jenis permintaan ini menandakan aspirasi manusia yang berkualitas rendah, tetapi esensinya baik, karna mengindikasikan keyakinannya terhadap Allah sebagai sebab tertinggi. Maka dari itu, orang-orang seperti ini tidak seperti dengan orang lain yang menginginkan hal yang sama yaitu hal-hal yang bersifat duniawi akan tetapi mereka tak memintanya kepada Allah Swt untuk mendapatkannya.
Jika dibandingkan, kelompok pertama berdoa kepada-Nya dengan menampakkan penghambaan dan kemiskinannya dihadapan-Nya, kelompok pertama akan mencapai tingkat kesempurnaan tertentu meskipun doa nya tidak memiliki kualitas yang tinggi karena doa tersebut terikat dengan lingkungan duniawi, sedangkan kelompok kedua walaupun menginginkan hal yang sama dengan kelompok pertama yaitu hal yang bersifat material, akan tetapi, mereka berada diluar kelompok pertama yaitu merealisasikan keinginannya dengan hal-hal yang material, karena tidak memiliki kepercayaan terhadap-Nya. Maka dari itu kelompok kedua tidak akan mencapai kesempurnaan.

Kebutuhan spiritual

Sebagian menusia berdoa kepada-Nya karena kebutuhan materi dan karena kebutuhan fisik yang terbatas, sebagian yang lain berdoa bukan karena kebutuhannya terhadap materi. akan tetapi, kebutuhan terhadap sesuatu yang bersifat spiritual seperti kebutuhan dalam jiwa, hati, dan ibadah. Orang seperti ini percaya bahwa nilai spiritual dan hal-hal ukhrawi melebihi nilai duniawi.
وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓ 
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa sebagian orang lebih mengutamakan duniawinya dari pada ukhrawinya. Padahal, semestinya mereka memilih sesuatu yang bersifat ukhrawinya. Karena sesuatu yang berkaitan dengan akhirat itu lebih baik dan kekal abadi, sedangkan sesuatu yang bersifat materi akan lenyap. Maka dari itu, mereka tak akan mendoakan sesuatu yang bersifat duniawi, kecuali mereka meminta hal-hal tersebut untuk tujuan akhirat dan ukhrawi.
Karenanya, doa untuk kebutuhan material manusia tidak layak dibandingkan dengan doa-doa para wali Allah Swt. Doa terhadap sesuatu yang bersifat materi bermanfaat dan memiliki nilai, karena doa tersebut berdasarkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, namun doa tersebut mengenai kontribusinya dalam mencapai kesempurnaan tidaklah cukup kuat. Sebaliknya doa yang meminta sesuatu yang bersifat ukhrawi memiliki nilai dan manfaat yang melebihi doa yang bersifat material. Sehingga mereka yang berdoa untuk kebutuhan spiritualnya akan mempercepat dirinya untuk sampai kepada kesempurnaan.
Akan tetapi, bagi mereka yang sudah mencapai derajat dan keimanan yang sangat tinggi, tidak ada salahnya berdoa dengan meminta hal yang remeh, karena memang Dia menginginkan hambah-Nya untuk berdoa. Itulah sebabnya, ia tetap berdoa kepada Allah untuk urusan-urusan dunianya.

  Kebutuhan cinta

Dalam derajat ini, esensi berdoa menjadi tujuannya. Dia berdoa karena Allah memintanya untuk berdoa. Dalam tahap ini, apa yang diminta menjadi kurang penting, apakah itu permintaan spiritual atau material, walau tentu saja doa yang spiritual lebih baik. Jadi, dalam tahap ini, doa untuk apapun adalah bermanfaat. Bagi orang seperti ini, pandangannya telah jelas dalam melihat posisi dirinya di tengah-tengah samudra luas rahmat Allah. Karena itu, untuk segala urusan yang kecil apapun, ia berdoa kepada Allah. Baginya, hanya Allah saja yang bisa ia andalkan.
Doa seperti ini merupakan doa berkualitas yang tinggi walaupun melingkupi doa-doa yang sepele, mengapa doa seperti ini memiliki nilai tinggi dalam hal ini, bukan karena doa ini melingkupi semua doa, yaitu doa yang berwujud material ataupun berwujud spiritual. Akan tetapi, doa ini bernilai tinggi karena menganggap bahwa Allah Swt adalah sebab tertinggi, yakni bahwa segala bentuk sesuatu berada dalam kekuasaan-Nya, dan tidak ada ketertarikan apa yang ia minta dalam doa, karena keyakinannya bahwa Allah Swt mencintai setiap hamba yang berdoa kepada-Nya.


sumber : Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, di Haribaan Sang Kekasih, Ulasan Doa-doa Khusus Ramadan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerasionalan imajinasi

IMAJINASI dan RASIONALITAS Secara terminologi Imajinasi adalah suatu permainan akal yang menggambarkan sesuatu tanpa memiliki realitas ...